Langsung ke konten utama

NasDap, Kuliner Sultan Tapi Harga Rumahan

Menu ayam komplit di kedai NasDap

Menu sehat di kedai NasDap. Cocok untuk diet karbo

SEJAK pandemi Covid-19, kita tidak sulit mencari usaha kuliner dadakan di dunia maya, maupun di dunia nyata. Siklus ini juga terjadi di Kabupaten Badung. Ya, itu bagian dari cara bertahan hidup. Juga cara merawat kreatifitas di tengah keterbatasan aktitifas. Itu juga dilakukan Lenny Marlina Tanu.

Maka tercetuslah, kuliner Nasi Sedap, disingkat NasDap. Dunia bisnis bukan pemandangan baru baginya. Dia pernah mengelola media cetak, media online, pendidikan, dan properti. Tapi untuk urusan kuliner, ini peruntungan perdananya. 

“Sebelumnya, saya hanya mencoba untuk membuka lapangan pekerjaan saja. Kita tahu, banyak yang dirumahkan karena pandemi ini," sebutnya, saat ditemui di Sunset Indah I Kav 1, Jl. Sunset Road No.89, Kuta Badung, Sabtu (25/7/2020).  

Sebagai pengusaha kuliner pemula, Lenny cukup mapan soal pemasaran, yang membuatnya tampil beda. Itu dilihat dari pemilihan bahan baku menu kulinernya, yakni ayam segar. Lalu menu andalannya juga unik, kulit dan jeroan ayam. 

Ciri ini cukup membantu NasDap cepat dikenal orang. Mendengar saya, sudah bikin ngiler. NasDap menawarkan paket nasi paket komplit. Mulai dari nasi dengan kulit ayam. Menu juga bisa dipilih. Ada sate ampela atau sate ayam, paru, ayam goreng.

Juga ada telur. Pokoknya semua bagian dari ayam segar. Soal sambal, memang sulit dijelaskan. Agar tahu lezatnya, harus naik motor, pakai helm, pakai masker, lalu jalan ke kedai Nasdap untuk mencicipi. Supaya tidak ada dusta di antara kita. 

Bagi kalian yang mengurangi karbohidrat. Lagi diet atau mungkin vegetarian daging, NasDap juga menyediakan paket sehat dengan nasi merah, brokoli, ayam, tempe, dan telur. Yang unik, setiap paket menu selalu ditaburi serundeng. 

Serundeng itu, adonan saur, ikan teri, kacang. Ini salah satu adonan lokal Bali. Rasanya pedas manis. Lenny mengatakan, bagi kalian yang ingin menambah menu, bisa saja. Bisa tambah menu, bisa tambah lauknya saja. 

"Bisa pesan tambahan kulit ayam, paru, telur dadar, pilihan sate ampela atau sate ayam, ayam goreng, serundeng, sambal, dan nasi secara terpisah," tambahnya. Soal nasi, NasDap juga punya pilihan. Nasi putih, nasi bumbu, dan nasi merah.

Dilihat dari menu-menunya, NasDap mirip surga bagi pecinta kuliner. Yang bikin makin menggoda itu, harganya. Harganya mulai Rp18.000 hingga Rp32.500. Harga tergantung dari paket yang dipilih. Ini namanya menu sultan, harga rumahan.(*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bandeng Lezat Ala Warung Digital Sukasari

KULINER digital, menjadi usaha yang paling menarik dicoba saat pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Iwan Pranajaya. Pria asal Desa Bungkulan, Singaraja ini mencoba usaha kuliner digital, dengan menu andalan olahan Ikan Bandeng.  Pemilihan menu itu dikonsepnya secara matang. Menawarkan olahan ikan yang tidak sepopuler olahan ikan pada lazimnya, seperti lele, gurame, nila dan mujair, membuat warungnya punya ciri khas. Selain menu, pelanggan juga dimanjakan dengan pilihan olahan.  Mau dibakar, bisa. Mau dipresto, bisa. Mau dicrispy, bisa. "Bandeng itu banyak manfaatnya. Selain bikin kenyang, juga bikin sehat," ujarnya, Kamis (30/7). Keunggulan Bandeng, kata dia, mencegah jantung koroner, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko hypertensi, menjaga kesehatan ginjal, meningkatkan kesehatan gigi dan tulang. Baik juga untuk ibu hamil. Yang lebih menarik, Iwan menyediakan olahan Ikan Bandeng tanpa duri. Olahan tanpa duri ini khusus untuk olahan yang

Pandemi dan Maraknya Aksi Berbagi

BICARA dampak negatif akibat pandemi Covid-19, memang tak ada habisnya. Setiap saat, perkembangannya selalu mengerikan. Mulai dari keterpurukan ekonomi global, krisis kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, hingga narasi negatif yang terbangun sosial media. Implikasi negatif itu semakin dalam, dan hingga saat ini belum mampu dibendung.  Mari lihat perkembangan kasus di Pulau Bali. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, kasus-kasus positif baru dan pasien positif yang meninggal dunia terus bermunculan. Pada Jumat (18/9), kasus positif bertambah 51, pasien sembuh bertambah 94. Pada hari yang sama, pasien positif Covid-19 meningal bertambah 5. Miris memang. Pemerintah, terus melakukan evaluasi terhadap penanganan pandemi ini. Bisa jadi dinilai belum optimal, namun, substansi yang lebih penting adalah bagaiamana mengatasi pandemi secara bersama semua pihak. Apabila melihat secara berimbang, sejatinya semua pihak telah berperan aktif dalam p

Awalnya Bukan Penulis

Hah. Akhirnya. Saya bisa menulis di blog pribadi. Lega sekali. Ini berkat saran seorang pakar informasi dan teknologi, yang juga senior saya di tempat kerja. Di sebuah media massa lokal. Cukup besar.  Nama saya Wira. Saat ini berusia 28 tahun. Di usia ini, anak sudah dua. Istri tetap satu. 10 tahun lalu, 2010 silam, saya menamatkan pendidikan di SMK Negeri 1 Denpasar. Sekolah primadona di kalangan sekolah kejuruan di Denpasar, kala itu. Sekolahnya respresentatif. Saya memilih jurusan Audio Video (AV). Mempelajari audio dari bahan dasar, merakit, memodifikasi. Pilihan untuk sekolah ke jurusan ini bukan sepenuhnya dari saya. 50 persen titipan orang tua.  Sekolahnya lancar-lancar saja. Urusan nakal-nakalan, kadar saya terbilang standar. Tidak menonjol sekali. Urusan akademis juga begitu. Kalau urusan pacaran, ya masih normal-normal saja. Maksudnya, biasa-biasa saja, tidak begitu banyak pengalaman.  Ya maklum. Saya itu kelas AV I. Jumlah siswa laki-lakinya 42. Perem